Persiapan Dana Darurat : Penting namun Sering Terlupa

Di artikel sebelumnya, kita telah membahas mengenai bagaimana perencanaan keuangan yang baik khususnya dalam menghadapi era pandemi dana risiko-risiko masa depan lain yang dapat mengancam kesejahteraan dan kondisi keuangan kita dalam memenuhi kebutuhan. Dalam seri COVID19 lesson learned kedua ini, kita akan membahas topik yang lebih spesifik, yaitu persiapan dana darurat.

Dana darurat merupakan dana yang individu/keluarga sisihkan untuk berjaga-jaga dalam menghadapi risiko masa depan. Dana darurat menjadi solusi untuk kebutuhan yang tidak disangka-sangka, emergensi, serta membutuhkan penanggulangan segera. Di era COVID19 ini para keluarga/individu yang sudah memiliki dana darurat tentunya akan lebih tenang dan stabil dalam menghadapi resesi ekonomi serta kemungkinan lay off besar-besaran oleh berbagai industri pekerjaan.

Dalam mempersiapkan dana darurat, tidak melulu harus dalam bentuk uang cash, namun bisa dalam bentuk investasi lain, seperti reksa dana dan saham. Namun, dianjurkan untuk memilih yang aman dan risiko nya rendah karena tujuan dana darurat jangka pendek yang menekankan pada keamanan. Lalu, berapa banyak dana darurat yang harus disisihkan oleh individu yang belum menikah? Menurut pakar perencana keuangan, Yosephine P Tyas, mengatakan bahwa jumlah ideal yang harus dipersiapkan adalah sebesar tiga kali dari pengeluaran, sementara untuk yang sudah menikah adalah sebesar 6 kali dari pengeluaran.

Lalu, tips apa yang bisa dilakukan oleh kita untuk mempersiapkan dana darurat? Simak 3 tips berikut!

1. Pahami kondisi keuanganmu dan sisihkan dana darurat yang sesuai!
Langkah pertama yang harus dilakukan ialah memahami kondisi keuangan kita. Berapa gaji yang kita dapatkan dan pengeluaran yang kita keluarkan. Dengan begitu, kita bisa menghitung, berapa banyak dana yang harus kita sisihkan per bulan serta melakukan forecast.

2. Buka rekening khusus untuk dana darurat!
Setelah mengetahui berapa dana darurat yang harus disisihkan, kita bisa membuka rekening baru yang secara khusus untuk menyimpan dana darurat yang kita sisihkan. Tujuan membuka akun baru yaitu agar uang kita lebih teratur pembagiannya, sehingga budget untuk dana darurat kita tidak akan teralihkan untuk membiayai keperluan lain. Pertimbangkan pula untuk membuka rekening di institusi perbankan yang tidak membutuhkan saldo awal yang besar saat pertama kali membuka rekening, serta mematok biaya administrasi bulanan yang lebih murah. Membuka akun rekening baru juga bisa kita manfaatkan untuk menabung. Jadi, tabungan kita pun tidak terganggu dan tidak teralihkan untuk membayar keperluan kita yang lainnya.

3. Mulai secara perlahan dan tekan pengeluaran!
Tips mempersiapkan dana darurat berikutnya adalah dengan memulainya secara perlahan. Jangan terlalu paranoid ketika akan memulainya. Sebab, bukan berarti kita harus mengalokasikan sebagian besar uang yang kamu miliki langsung untuk dana darurat. Mulailah secara perlahan asalkan rutin dan memiliki konsistensi. Selagi memulai, penting juga untuk kita menekan beberapa pengeluaran yang bukan menjadi prioritas di beberapa waktu mendatang.

Mempersiapkan dana darurat sebagai bentuk dari perencaan keuangan memanglah tidak mudah. Namun, hal penting ini harus kita lakukan agar kesejahteraan kita di masa depan bisa terjamin dan tidak ada penyesalan mendalam di kemudian hari ketika bencana keuangan melanda kita.